Jika Desainer Terlalu Asyik Jualan…

Banyak dari anda yang bakal bertanya-tanya apa maksud dari judul saya. Saya tidak menafikan kalau desainer harus menjual pakaian karyanya. Itu harus. Saya justru kecewa kalau ada desainer yang bajunya bagus-bagus tapi gak bisa jualan. Desainer yang baik bukan hanya paham soal desain. Tapi dia juga harus tahu dan paham bagaimana stategi pemasaran yang baik, dan bagaimana membangun story dengan kliennya. Tapi, jangan sampai desainer terlalu asyik jualan.

Maksudnya, saking sibuknya anda jualan, kebanyakan desainer lupa untuk membikin desain baru. Contoh saja, desainer A sukses dengan siluet A-line, maka dia selalu bikin siluet tersebut selama berpuluh-puluh tahun lamanya, gak pernah ganti. Desainer B, sibuk dengan permainan pleats. Setiap tahun selalu bikin permainan pleats-pleats-pleats. Desainer C sibuk dengan permainan baju transformer, alias baju-baju yang bisa diubah-ubah, mulai jadi rok, jadi bolero dan jadi rok lagi.

Iya sih, itu ciri khas anda sebagai desainer. Sah-sah saja untuk mengeksplorasi itu habis-habisan. Tapi, bayangkan jika anda duduk dan menonton show anda sendiri selama beberapa tahun terakhir dan mulai bisa menebak pola dalam peragaan busana anda? Pasti anda akan bilang hal berikut: “Pasti begini lagi deh…” “Abis ini pasti keluar baju yang ini nih…” “Kok kelihatan sama semua ya…” “Gitu-gitu aja nih bajunya sepanjang show. Boring…” “Abis ini bajunya pasti diubah jadi begitu bentuknya..” atau barangkali anda bakal menguap menahan kantuk di bangku penonton, dan paling parah anda sengaja ngabur di tengah show karena bosan. Percaya deh, sebagian penonton setia anda–mau yang duduk di row paling depan hingga belakang–pasti punya perasaan tersebut. Mungkin mereka gak mau bilang demi menjaga perasaan anda saja.

Sebenarnya, sebagian penonton anda kangen sekali untuk diberi sedikit kejutan. Ya, kurang lebih seperti apa yang dilakukan Karl Lagerfeld pada Chanel dalam setiap peragaannya. Selalu ada blazer dari tweed di sana, tapi pendekatannya berbeda-beda dan bikin mereka yang melihat baju itu ya geleng-geleng sendiri atas inspirasi yang ada-ada aja. (Inget show supermarket? atau bahkan coffee shop?) Cerita dan koleksinya selalu beda. Meskipun tetap ada resep lama di dalamnya.

Mungkin anda sebagai desainer terlalu takut untuk mengeksplorasi siluet baru atau desain baru karena takut gak laku terjual. Anda mungkin terlalu takut untuk mengambil resiko tersebut. Tapi, bukankah sebagai desainer anda seharusnya merancang ? Apa anda sudah merancang bentuk-bentuk baru kalau dalam tiga tahun terakhir 60% dari look yang anda tampilkan mirip-mirip saja?

Kami yang duduk di bangku penonton percaya, kalau anda dan tim anda sebenarnya sangat handal. Kami percaya penuh kalau akan selalu ada pembaruan di setiap tahun. Kami selalu datang dengan harapan bisa melihat karakter kuat anda berpadu dengan desain-desain segar yang tidak pernah kami lihat sebelumnya.

Sayangnya, di Indonesia, masih sedikit desainer yang bisa melakukan hal itu. Saya masih bisa menghitungnya dengan jari. Sisanya, kebanyakan sibuk jualan, sampai lupa kalau hakikat seorang desainer adalah membikin desain.

Saya pernah sedikit ditegur oleh seorang jurnalis mode lainnya hanya karena saya menyebut desainer A begitu-begitu saja desainnya dan cenderung malas bereksplorasi. “Ya gak bisa dong. Ini si A, ya dia pasti bakal begitu karakternya,” kata jurnalis tadi. Tapi, rupanya saya gak sendirian, beberapa orang lain juga punya pikiran serupa dengan saya. “Menurut gue sih koleksi si A yang ini agak boring ya. Tadi gue ngantuk karena musiknya diulang-ulang gitu terus.”

Padahal, kalau anda memang sudah menjadi desainer besar, saya yakin kok pasar akan menyukai apapun yang anda bikin. Asalkan itu bukan hasil jiplakan. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s