Pengantin Minimalis

Artikel ini dimuat di Koran Tempo Minggu, 12 April 2015

Sejumlah model memperagakan busana Koleksi Kraton karya Auguste Soesastro dalam fashion show Bazaar Bridal Week 2015, (05/04). FOTO : M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

Sejumlah model memperagakan busana Koleksi Kraton karya Auguste Soesastro dalam fashion show Bazaar Bridal Week 2015, (05/04). FOTO : M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

Musik orkestrasi mengiringi wanita-wanita bercaping lebar keluar dari panggung satu-persatu. Wajah mereka tidak tampak. Semuanya mengenakan topi wanita pemetik teh dengan tudung yang menutup muka. Ini membuat para peragawati yang memperagakan gaun pengantin karya desainer Auguste Soesastro lebih mirip pendekar dari film kung fu produksi Hongkong.

Hadirin yang menonton pun, tidak banyak bersuara. Tidak ada bisik-bisik komentar sok tahu dari deretan bangku pemirsa di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Ahad, 5 April 2015. Hanya ada bunyi jepretan kamera fotografer yang bersahutan dengan bunyi jepretan kamera telepon pintar yang lupa disenyapkan oleh masing-masing pemiliknya. Bunyi itu menggema di ruangan, selain rekaman orkestrasi yang kadang terdengar sayup.

Tepuk tangan riuh berturut-turut baru diberikan saat para peragawati berjalan berpasang-pasangan keluar dari panggung, seperti sedang melangkah menuju altar gereja. Uniknya, mempelai yang keluar pertama kali adalah sepasang wanita bergaun panjang. Mereka bergandengan tangan. Ucapan selamat dan salut untuk Auguste masih mengalir hingga ke belakang panggung. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pun menjadi salah satu yang muncul untuk menyalami sang desainer. “Did u like it?,” tanya Auguste kepada Mari. Yang ditanya pun menyahut dengan semringah. “It is really beautiful.”

Auguste menjadi penutup gelaran Harper’s Bazaar Wedding Expo 2015, yang disebut sebagai ajang pameran produk pernikahan terbesar di Asia Tenggara itu. Sebanyak 15 tampilan pakaian yang ditampilkan Auguste disebut oleh lulusan Ecole de La Chambre Syndicale de la Couture Paris disebut sebagai tawaran baru untuk pakaian pernikahan modern. “Kita punya kostum daerah yang didampingi dengan tradisi dan ritual tertentu, sedangkan di sisi lain, ada juga gaun pernikahan gaya barok yang muncul pasca era kolonial,” kata Auguste.

Maksudnya, masyarakat Indonesia punya dua kutub besar dalam memilih gaun pernikahan. Mengenakan kostum daerah–kebaya hingga blus beludru plus hiasan kepala yang menjulang–ataupun gaun-gaun besar yang membikin repot berjalan. Diantara dua kutub timur dan barat itu, Auguste mencoba menawarkan gaun pernikahan modern. Uniknya, dua unsur kutub tadi, menyatu dalam koleksi Auguste lewat lini Kraton Made to measure dan bride.

Sejumlah model meragakan busana Koleksi Kraton karya Auguste Soesastro dalam fashion show Bazaar Bridal Week 2015, (05/04). FOTO : M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

Gaun pengantin tak mesti berwarna putih bagi Auguste. Gaun ini bisa menjadi penutup gelarannya malam itu. (05/04). FOTO : M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

Ada kebaya yang diadaptasi menjadi jaket atau cardigan, hingga gaun panjang–tanpa bahan tulle di bagian dalam roknya–yang mengingatkan kita pada gaun pernikahan ala barat. Pun tidak ada taburan payet dan kristal yang mengkilap seperti lazimnya gaun atau kebaya pernikahan. Auguste memang sengaja mereduksi semua detail itu, untuk menonjolkan detail kualitas jahitannya–yang kadang tanpa potongan pada bagian lengan–hingga bahan yang digunakan. Termasuk diantaranya tenun ikat yang diproduksinya sendiri.

Peragaan Auguste seakan melawan arus pakaian pernikahan yang ditawarkan oleh desainer lainnya dalam tiga hari peragaan sebelumnya. Hampir semuanya menawarkan taburan kristal, gaun dengan rok yang sangat gembung ataupun payet di sekujur gaun putih yang menyapu lantai. Desainer Ivan Gunawan lewat lini Love by Ivan Gunawan–lini bridal milik Ivan–menawarkan karakter glamornya. Anda bisa melihat gaun-gaun besar bak putri Anastasia–begitu dia menamai koleksinya–yang menyapu lantai plus mengenakan kerudung brokat panjang. Pemilihan karakter Anastasia–putri Tsar Nicholas II, sekaligus kaisar terakhir Rusia–yang ikut dibantai bersama keluarganya tentu agak membingungkan untuk koleksi bridal.

Desainer pakaian pria Luwi Saluadji justru menampilkan pakaian pria yang lebih glamor dan bahkan kata Luwi, mampu mengalahkan mempelai wanita. “Masa iya sih, pria yang membiayai pernikahan tapi harus mengalah?,” kata Luwi kepada Tempo. Untuk itu, dia membuat puluhan stel jas dengan sentuhan etnik. Entah dengan aksen batik, lurik pada pinggang, hingga jas tutup ala Raja Jawa yang berkilauan. Bagi beberapa pria, itu mungkin terlihat berlebihan dan kurang maskulin. Tapi, menurut Luwi, pelanggannya justru merespon koleksi terbarunya. “Bahkan ada yang langsung menghubungi saya dan ingin memesan,” kata dia.

Sejumlah model memperagakan busana Koleksi Kraton karya Auguste Soesastro dalam fashion show Bazaar Bridal Week 2015, (05/04). FOTO : M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

Auguste merancang gaun pengantin yang disebutnya untuk mereka yang cerdas dan non konformis. Dia menyebut desainnya reduksionis dengan mengurangi banyak ornamen. (05/04). FOTO : M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

Pendekatan yang agak berbeda juga bisa dilihat dari peragaan bersama para desainer. Mulai dari Didi Budiardjo, Sebastian Gunawan, Eddy Betty hingga Mel Ahyar dan Sapto Djojokartiko masing-masing menampilkan satu gaun pernikahan. Sapto misalkan, menampilkan gaun dari brokat yang sepintas mirip kebaya. Atau lihat juga desainer Hian Tjen yang punya pendekatan berbeda soal gaun bridal. Hian Tjen menambahkan bolero dari bulu untuk menciptakan tampilan berbeda bagi mempelai wanita.

Lalu, berapa sebenarnya harga yang harus dibayarkan untuk pakaian raja dan ratu sehari ini? Untuk pakaian mempelai pria karya Luwi, dibanderol mulai dari Rp 10 juta, “Hingga tak terbatas,” kata Luwi. Sedangkan untuk gaun pernikahan wanita rata-rata dibanderol puluhan hingga ratusan juta. Tentu, ada harga yang harus dibayar untuk pakaian raja dan ratu yang kemungkinan hanya dipakai satu kali itu.

Sejumlah model meragakan busana Koleksi Kraton karya Auguste Soesastro dalam fashion show Bazaar Bridal Week 2015, (05/04). FOTO : M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

Finale dalam peragaan busana label Kraton by Auguste Soesastro di Harper’s Bazaar Bridal Week (05/04). FOTO : M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s